Benalu Jeruk: Si ‘Parasit’ Kaya Antioksidan

Oleh Fahira Angelia Rahmadany JhayrandhikaMahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Pembimbing 1: Dr. apt. Ni Nyoman Wahyu Udayani, S.Farm., M.Farm.Pembimbing 2: apt. Ni Luh Dessy Rupadani, S.Farm., M.Biomed.

Bagi petani jeruk, benalu hampir selalu dianggap pengganggu. Tumbuhan parasit ini menempel pada dahan, menumpang hidup pada pohon inangnya, dan biasanya dibuang begitu saja. Namun para peneliti justru melirik daun benalu jeruk (Dendrophthoe glabrescens) sebagai sumber antioksidan alami yang menjanjikan.

Mengapa kulit membutuhkan antioksidan?

Tinggal di wilayah tropis seperti Bali berarti akrab dengan sinar matahari. Sayangnya, sinar ultraviolet (UV) diperkirakan menjadi penyebab sekitar 80% penuaan kulit wajah (Kong dkk. 2023). Sinar UVB, yang daya tembusnya ke kulit kuat, menjadi faktor utama penuaan akibat sinar matahari (Guan dkk. 2021).Di dalam kulit, paparan UVB meningkatkan pembentukan radikal bebas yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Kondisi ini membuat sel mengalami stres oksidatif, sehingga kulit tampak berkerut, kering, dan kehilangan kekenyalannya (Gromkowska-Kępka dkk. 2021). Di sinilah antioksidan berperan: zat ini menetralkan radikal bebas dan menghentikan reaksi berantai yang merusak sel.

Mengapa benalu jeruk?

Penelitian terhadap ekstrak etanol daun benalu jeruk menunjukkan adanya saponin, tanin, alkaloid, steroid, dan flavonoid. Aktivitas antioksidannya pun tergolong tinggi pada uji DPPH, dengan nilai IC50 sebesar 54,490 ppm untuk ekstrak etanolnya (Udayani dkk. 2023).Angka IC50 mudah dibaca: ia menyatakan takaran sampel yang dibutuhkan untuk meredam separuh radikal bebas DPPH yang berwarna ungu. Makin kecil angkanya, makin kuat antioksidannya. Menurut kategori yang umum dipakai, IC50 di bawah 50 ppm tergolong sangat kuat, 50–100 ppm kuat, dan di atas 200 ppm sangat lemah (Molyneux 2004). Dengan acuan itu, ekstrak etanol daun benalu jeruk dalam penelitian tersebut berada pada kategori kuat.

Dipadukan dengan kolagen sapi

Dalam produk perawatan kulit, benalu jeruk bisa dipadukan dengan bahan lain, misalnya kolagen. Kolagen dari tulang sapi sudah banyak dipakai dalam kosmetik karena suhu denaturasinya yang lebih tinggi sehingga lebih mudah diolah (Ghodbane & Dunn 2016), dan kolagen dari tulang serta kulit hewan sebagian besar merupakan kolagen tipe I (Matinong dkk. 2022). Kolagen adalah protein penyusun struktur kulit, sedangkan antioksidan melindunginya dari radikal bebas. Keduanya sering dibayangkan sebagai pasangan yang saling melengkapi dalam sediaan serum, yaitu produk yang dikenal cepat meresap dan melepaskan zat aktif secara optimal (Suhenro dkk. 2024).

Kuat sebagai bahan, belum tentu kuat sebagai produk

Ada satu hal yang sering terlewat: kekuatan antioksidan pada bahan mentah belum tentu sama setelah bahan itu diracik menjadi produk. Ketika bahan aktif dimasukkan ke dalam basis gel atau krim, aktivitasnya dapat berubah akibat efek matriks dan interaksi dengan bahan tambahan lain (Sami dkk. 2019; Bouizgma dkk. 2023). Karena itu, pembuktian pada bahan baku tidak otomatis berlaku untuk produk jadi.

Apa artinya bagi konsumen?

Pertama, label “berbahan alami” atau “kaya antioksidan” bukan jaminan khasiat. Wajar bila kita bertanya: bukti apa yang mendukung klaim itu, dan apakah pengujiannya dilakukan pada produk jadi, bukan hanya pada bahan mentahnya?Kedua, hasil uji laboratorium pada ekstrak, sekuat apa pun, belum membuktikan bahwa sebuah produk manjur melawan penuaan kulit pada manusia. Pembuktian itu membutuhkan pengujian tersendiri yang lebih bertahap, termasuk keamanan dan kemanjurannya.Ketiga, perlindungan utama dari kerusakan akibat matahari tetaplah menghindari paparan berlebih dan menggunakan tabir surya, sementara antioksidan sebaiknya dipandang sebagai pelengkap.Meski begitu, benalu jeruk memperlihatkan bahwa kekayaan alam di sekitar kita menyimpan potensi yang layak diteliti. Siapa tahu, tumbuhan yang selama ini dibuang petani suatu hari bernilai sebagai bahan perawatan kulit, asalkan dikembangkan secara ilmiah dan dikomunikasikan dengan jujur.

Daftar bacaanBouizgma, K., Abourriche, A., Rabbah, N. & Zakari, A. 2023, ‘Food strategy: Antioxidants Synergistic Effect of Natural Plant Extracts’, Journal of Analytical Sciences and Applied Biotechnology, vol. 5, hlm. 11–19.Ghodbane, S.A. & Dunn, M.G. 2016, ‘Physical and Mechanical Properties of Cross-linked Type I Collagen Scaffolds Derived from Bovine, Porcine, and Ovine Tendons’, Journal of Biomedical Materials Research – Part A, vol. 104, no. 11, hlm. 2685–2692.Gromkowska-Kępka, K.J., Puścion-Jakubik, A., Markiewicz-Żukowska, R. & Socha, K. 2021, ‘The Impact of Ultraviolet Radiation on Skin Photoaging — Review of In Vitro Studies’, Journal of Cosmetic Dermatology, vol. 20, no. 11, hlm. 3427–3431.Guan, L.L., Lim, H.W. & Mohammad, T.F. 2021, ‘Sunscreens and Photoaging: A Review of Current Literature’, American Journal of Clinical Dermatology, vol. 22, no. 6, hlm. 819–828.Kong, S., Lv, L., Guo, J., Yang, X., Liao, M., Zhao, T., Sun, H., Zhang, S. & Li, W. 2023, ‘Preparation of Cod Skin Collagen Peptides/Chitosan-Based Temperature-Sensitive Gel and Its Anti-Photoaging Effect in Skin’, Drug Design, Development and Therapy, vol. 17, hlm. 419–437.Matinong, A.M.E., Chisti, Y., Pickering, K.L. & Haverkamp, R.G. 2022, ‘Collagen Extraction from Animal Skin’, Biology, vol. 11, no. 6.Molyneux, P. 2004, ‘The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity’, Songklanakarin Journal of Science and Technology, vol. 26, no. 2, hlm. 211–219.Sami, F.J., Soekamto, N.H., Firdaus & Latip, J. 2019, ‘Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Alga Coklat Sargassum polycystum dan Turbinaria deccurens Asal Pulau Dutungan Sulawesi Selatan terhadap Radikal DPPH’, Jurnal Kimia Riset, vol. 4, no. 1, hlm. 1–6.Suhenro, Sukara, M.A.A., Setiawan, P., Saputro, S., Ikhsan, M.K. & Musdar, T.A. 2024, ‘Uji Aktivitas Serum Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes’, Jurnal Promotif Preventif, vol. 7, no. 3, hlm. 578–589.Udayani, N.N.W., Wiguna, P.D.S., Cahyaningsih, E. & Wardani, I.G.A.A.K. 2023, ‘Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Benalu Jeruk (Dendrophthoe glabrescens (Blakely) Barlow) dengan Pelarut n-Heksan dan Etanol’, Jurnal Ilmiah Medicamento, vol. 9, no. 2, hlm. 150–157.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *